Sunday, April 26, 2015

Pandangan dan Tujuan Hidup

Pengertian pandangan hidup yaitu bahwa setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati dan hayati. Karena itu menentukan masa depan seseorang di waktu yang akan datang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Pandangan hidup ada 3 macam:
      1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
      2.      Pandangan  hidup yang  berupa ideology, yaitu disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang         terdapat pada  Negara.
      3.      Pandangan berdasarkan renungan, yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya
              Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri - sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari. Seperti yang ada di negara kita sekarang ini, semakin maraknya kasus terorisme. Masalah ini terjadi akibat kurang tepatnya pandangan suatu orang terhadap masalah kehidupan sehari-hari. Sedangkan cita-cita adalah hal yang dinginkan manusia agar terjadi di waktu yang akan datang.
Manusia, pandangan hidup dan tujuan hidup adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena setiap manusia mempunyai pandangan hidupnya masing-masing demi mewujudkan tujuan hidupnya. Seperti gambar di atas bahwa setiap orang berhak menentukan tujuan hidupnya entah itu ke jalan yang benar atau ke jalan yang salah. Faktor-faktor yang berhubungan seperti latar belakang lingkungan, pertemanan, fisik dan mental menjadi alasan seseorang pula untuk menentukan akan ke mana ia menjalani hidupnya.  Dalam meraih tujuan hidup diperlukan upaya dalam perwujudannya yaitu kita dapat memahami dan menghayati pandangan hidup yang kita yakini, dan memegang teguh pandangan hidup tersebut. Saya sendiri memiliki pandangan hidup yaitu selalu berpegang pada ajaran agama dan didikan yang saya terima dari lingkungan hidup saya. Agar tercapainya tujuan hidup dan cita-cita saya dalam rangka pemenuhan dan peningkatan hidup saya.
Sumber:

http://mamz.weebly.com/

Ketidakadilan yang Terjadi di Indonesia

Pengertian keadilan menurut Frans Magnis Suseno yang mengatakan pendapatnya tentang pengertian keadilan adalah keadaan antarmanusia yang diperlakukan dengan sama sesuai dengan hak dan kewajibannya masing-masing. Pengertian keadilan menurut Notonegoro yang berpendapat bahwa keadilan adalah suatu keadaan dikatakan adil jika sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengertian keadilan menurut Thomas Hubbes yang mengatakan bahwa pengertian keadilan adalah sesuatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan pada perjanjian yang telah disepakati. Pengertian keadilan menurutPlato yang menyatakan bahwa pengertian keadilan adalah diluar kemampuan manusia biasa dimana keadilan hanya dapat ada di dalam hukum dan perundang-undangan yang dibuat oleh para ahli yang khususnya memikirkan hal itu.
Tetapi nyatanya keadilan saat ini masih susah ditegakkan menyebabkan kasus ketidakadilan dimana-mana. Dan kasus yang sering terjadi adalah yang dialami masyarakat dengan ekonomi rendah. Banyak terjadi kesewenangan yang terjadi. Contohnya adalah orang miskin yang mencuri mangga tetapi hukuman yang diberikan tidak sebanding justru lebih berat dari kasus korupsi yang merugikan negara. Hal ini bertentangan dengan kedudukan hukum di mata negara. Atau contoh lainnya dalam pelayanan masyarakat. Banyaknya yang lebih mendahulukan orang-orang dengan ekonomi ke atas. Sehingga masyarakat miskin terlantar dan tidak mendapatkan pelayanan yang baik dan layak.
Meskipun banyaknya kasus ketidakadilan yang terjadi, terdapat upaya upaya yang dapat dilakukan yaitu menjalin komunikasi dan keterbukaan yang baik, sehingga setiap orang dapat tersalurkan aspirasinya. Adanya sikap tenggang rasa tanpa pandang buluh yang artinya tidak memandang asal orang tersebut. Dengan diterapkan upaya-upaya tersebut sehingga konflik sosial dapat dihindari. Karena Keadilan adalah salah satu komponen pemersatu bangsa 
Sumber:
http://www.artikelsiana.com/


Saturday, March 28, 2015

SISI POSITIF DAN NEGATIF KEMAJUAN IPTEK

Kemajuan IPTEK yang pesat sekarang ini sangat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan. Manusia dimudahkan dalam mengerjakan segala hal dalam kehidupan. Sehingga banyak cara konvensional mulai ditinggalkan. Kemajuan IPTEK membuat segalanya lebih efisien serta tidak membutuhkan waktu yang lama. Contohnya kita mulai meninggalkan kegiatan surat-menyurat dan beralih dengan mengirimkan surat elektronik yang kita sebut dengan email. Dan contoh lainnya yaitu transportasi. Sehingga segala kepentingan lebih efisien dan menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Selain kemajuan dalam hal komunikasi dan transportasi. Perkembangan IPTEK juga mempengaruhi informasi. Kita dapat mengetahui informasi terkini melalu gadget di genggaman tangan kita kapan pun. Sehingga setiap informasi yang diterima dapat diperbaharui. Dengan kemajuan IPTEK yang pesat membantu kita dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari kita seperti mengerjakan tugas, membuat laporan, dan lain-lain.
Tetapi di setiap dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK yang pedat, ada dampak negatif yang ditimbulkan. Contoh dengan kemudahan yang ada dengan bantuan teknologi, kita cenderung menjadi malas sehingga etos kerja kita pun menurun karena begitu tergantung dengan kecanggihan teknologi. Dengan kemajuan IPTEK yang pesat diiringi pula  dengan munculnya situs-situs tidak bertanggung jawab seperti situs pornografi, perjudian online, penipuan jual beli online, dan lain-lain.
Upaya mencegah dan menanggulangi hal-hal negatif tersebut yaitu dengan cara memilih mana yang baik dan mana yang buruk kegunaannya bagi kehidupan kita. Serta kita dapat menyikapi dengan baik pengaruh perkembangan IPTEK yang pesat dan menggunakan sewajarnya. Sehingga kita menjadi pengguna teknologi yang pintar dan dapat menghindari dampak negative yang lebih jauh lagi.




MANUSIA DALAM LINGKUNGAN BUDAYA

Manusia sendiri adalah makhluk individu yang mempunyai akal pikiran berbeda dengan makhluk lainnya. Sehingga manusia dapat menciptakan hal-hal baru sesuai kebutuhan dan keinginan. Manusia juga bukan mutlak makhluk individual, tetapi makhluk yang membutuhkan yang lainnya sehingga tecipta interaksi sesamanya yang disebut masyarakat. Dari masyarakat itu tersendiri menciptakan suatu tradisi turun menurun yang disebut budaya.
Budaya merupakan hasil karya dari suatu masyarakat dengan tujuan sebagai alat bersosialisasi dan beraptasi terhadap sesama. Serta sebagai pengembang pengetahuan dan pembentuk identitas individu tersebut. Budaya tersebut menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Wujud budaya itu sendiri dalam lingkungan berupa norma dan aturan yang berlaku. Contohnya di Indonesia, setiap individu mengambil peran langsung dalam lingkungan bermasyarakat dan mematuhi norma-norma yang ada dalam lingkungan tersebut meskipun norma tidak tertulis. Kemudian individu tersebut mensosialisasikan kepada sesamanya dalam lingkungan tersebut. Sehingga norma tersebut tidak akan pernah menghilang di lingkungan tersebut tetapi terus mengambil peran sebagai komponen penting dalam lingkungan bermasyarakat.
Budaya tersebut selain dalam wujud norma dan aturan juga sebagai budaya mutlak sebagai pengetahuan dan landasan dasar dari tradisi-tradisi yang masih berlaku. Budaya yang ada saat ini ada yang merupakan campuran dari budaya asing. Contohnya budaya Betawi yang merupakan campuran dari budaya Cina. Dan masih banyak lagi yang lainnya, mengingat bangsa kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Budaya merupakan identitas bangsa karena budaya menunjukan karakter dari suatu bangsa dan membuktikan bahwa Indonesia melestarikan karakter itu sendiri.

Wednesday, November 26, 2014

Diskriminasi Agama di Indonesia

             Diskriminasi, suatu kata yang tidak asing di dunia ini yang mengacu kepada suatu sikap yang membeda-bedakan. Sebelum saya membahas mengenai diskriminasi agama di Indonesia, saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu diskriminasi secara singkat dan jelas. Secara harfiah arti dari diskriminasi itu sendiri adalah “perbedaan”. Diskriminasi mencakup hal-hal yang membedakan suatu asal, ras, asal negara, agama, keyakinan politik atau agama, kebiasaan sosial, jenis kelamin, orientasi seksual, bahasa, usia, dan lain-lain. Membeda-membedakan dalam hal ini cenderung mengarah ke hal yang negatif seperti sampai menjauhi dan menganggap rendah orang lain karena perbedaan yang ada.
          Berikutnya saya akan membahas mengenai diskriminasi agama yang ada di Indonesia. Beragam macam agama terkumpul di tanah air tercinta ini. Mulai dari agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan lain-lain. Di samping agama yang beragam dan terkumpul di satu negara ini, banyak pula perbedaan yang sering menjadi permasalahan. Apalagi kalau bukan diskriminasi dari masing-masing penganut agama. Seperti yang kita ketahui bahwasannya di negara Indonesia ini mempunyai penduduk yang mayoritas agamanya adalah agama Islam. Namun terkadang sering disalah-artikan bahwa negara kita adalah negara Islam. Padahal sila ke-satu dalam Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” sudah menjelaskan bahwa negara kita berlandaskan tidak hanya kepada satu agama saja. Seperti halnya saya pernah melihat aksi demo para warga setempat karena daerah tempat tinggal mereka akan direncanakan untuk dibangun gereja. Yang saya tahu itu daerah bebas dan para warga setempat melakukan demo karena mereka mayoritas agama Islam. Padahal itu semua tidak ada hubungannya karena sudah ditekankan bahwa negara ini beragam macam agamanya, bukan hanya agama Islam.

          Maka dari itu hikmah yang dapat saya ambil dari kejadian itu adalah bahwasannya masyarakat di Indonesia banyak yang belum bisa menerima perbedaan terutama mengenai Agama masing-masing. Seharusnya kita sebagai makhluk sosial yang hidup saling membutuhkan harus bisa menerima perbedaan dan malah menciptakan suatu hal yang baru dari perbedaan itu. Bukan malah saling mendiskriminasi satu dengan yang lain. Karena tidak akan timbul suatu keharmonisan dan persatuan jika kita hanya mementingkan diri sendiri dan tidak menerima orang lain untuk masuk ke kehidupan kita.